
Kali ini saya ingin menulis tentang serial drama Korea Jewel in the Palace a.k.a Dae Jang Geum a.k.a The Great Jang Geum (lebih tepatnya saya men-translate dari blognya Dae Jang Geum). Tadinya tulisan singkat saja karena hanya untuk teman saya yang doyan nonton Dae Jang Geum, tapi akhirnya saya men-translate dari blognya dan di-posting di blog saya terus saya kirim ke milist, mungkin ada yang suka juga. Awalnya saya tidak terlalu perhatian pada serial opera sabun ini karena jam tayangnya bentrok dengan acara favorit saya. Di kostan saya juga tidak ada yang hobi nonton sinetron. Saya nonton Jewel in the Palace karena terpaksa, saat itu saya sedang pulang ke rumah saya di Kuningan, dan ternyata Ibu dan Adik perempuan saya (bahkan Ayah saya!) menonton acara itu. Jadilah saya nonton bareng mereka dan dalam waktu 5 menit saja saya sudah jatuh cinta pada Dae Jang Geum.
Pulang ke Bogor, saya tidak nonton lagi. Saya kembali nonton acara favorit saya bareng teman-teman saya di kostan; berita sore. Lagipula saya malu karena orang-orang di kostan saya tidak nonton serial drama atau sinetron (kecuali Kiamat Sudah Dekat). Tapi beberapa hari kemudian ketika saya bertamu ke salah satu kostan (laki-laki tentunya) saya terperanjat; ternyata mereka sedang nonton Jewel in the Palace dengan seriusnya, sambil sesekali berteriak, entah apa yang mereka teriaki. Kesimpulan saya, bukan hanya kaum hawa yang suka serial drama ini. Dan pada kenyatannya hampir semua kalangan menikmati drama ini; pria-wanita, tua-muda, miskin-kaya, cakep-jelek (yang cakep udah capek-capek nulis, yang jelek cuma baca doang). Wakakak..
Saya tidak tahu bahwa opera sabun ini begitu populer sampai teman saya (laki-laki) di-SMS oleh dosennya (ibu-ibu tentunya) agar nonton Jewel in the Palace. Gara-garanya teman saya curhat karena tidak betah di tempat kerja. Bahkan teman kerjanya menawarkan untuk meminjamkan DVD Jewel in the Palace. Katanya sih, nonton drama ini bisa memotivasi. Hasilnya? Teman saya bertekad untuk terus bekerja di tempat itu. Kemudian, ketika sedang blogsearching pake google.com/blogsearch saya iseng-iseng mengetikkan kata ‘Dae Jang Geum’ dan result-nya keluarlah beberapa blog yang related sama Dae Jang Geum dengan urutan teratas : daejanggeum.blogsome.com. Sepertinya itu blog resminya Dae Jang Geum.
Ceritanya sendiri diadaptasi dari sejarah Korea yang berkisah tentang seorang wanita bernama Jang Geum yang menjadi the first female royal physician pada masa pemerintahan dinasti Joseon di Korea yang dipimpin oleh Raja Jungjong. Jang Geum sebelumnya berprofesi sebagai Juru Masak (dayang) di istana dan harus tersingkir dari istana karena suatu konspirasi. Namun karena keahlian medisnya, Jang Geum dapat kembali ke istana dan menjadi medical woman (tenaga medis wanita) kepercayan keluarga kerajaan. Intrik film ini berkutat di kalangan pegawai istana. Karena jarang nonton, saya tidak tahu bagaimana perkembangan selanjutnya, tapi kemudian saya baca sinopsis episode terakhirnya di blog Dae Jang Geum. Semuanya terdiri dari 70 episode, entah di Indonesia jadi berapa episode.
Yang menarik dari opera sabun ini adalah peran para pegawai istana, yang terlihat sepele namun ternyata bisa mempengaruhi kebijakan politik suatu kerajaan secara tidak langsung. Daya pikat lainnya (selain figur Dae Jang Geum) tentunya adalah budaya Korea, termasuk kuliner, fashion, dan adat istiadatnya. Dan satu lagi; pengetahuan medis tradisional.
Mad about the Korean historical soap
Setelah baca blognya saya jadi tahu bahwa serial drama yang diproduksi MBC (salah satu channel TV Korea) ini memang begitu memikat jutaan pemirsanya di seluruh Asia. Di Korea sendiri tayangan ini memperoleh rating yang mengejutkan hingga 55.5 persen. Di Hongkong drama ini mencetak rekor; 3.2 juta orang menonton drama ini dari total 6.9 juta populasi pemirsa televisi. (What a serial drama!).
Di China ratingnya 14 persen di 31 kota. CD dan buku yang berhubungan dengan drama ini terjual bak kacang goreng di Beijing dan dua minggu yang lalu bukunya menempati urutan ke-enam dalam daftar fiction bestseller. Wedding dress ala Jang Geum ditawarkan seharga 7.000 yuan (sekitar 8 juta rupiah), dan banyak ibu-ibu yang membelikan pakaian tradisional Korea untuk anak gadis mereka. Di Shanghai dan Hunan, klinik operasi plastik menawarkan operasi bagi wanita yang ingin tampil mirip seperti Lee Young-Ae (pemeran Jang Geum). Ck..ck.ck..
Presiden China, Hu Jintao berkata pada Moon Hee-sang, pimpinan partai komunis Uri Party bahwa last week it was a shame his busy schedule keeps him from watching every episode. Seorang anggota legislatif di China berkata dalam private conversation bahwa Ia menikmati menonton Dae Jang Geum karena terpengaruh istrinya yang penggemar opera sabun tersebut. Media China juga melaporkan seorang ibu rumah tangga nekad terjun ke sebuah sungai hanya gara-gara suaminya melarangnya menonton Dae Jang Geum. Kementrian Kebudayaan China pada newsletternya mengatakan 'the series is in the forefront of promoting Korean culture to the world by showing Korea’s history, culinary and fashion culture and the spirit of national pride.' Tampaknya drama ini menjadi duta Korea untuk mempromosikan budayanya dengan menunjukkan sejarah, kuliner, fashion dan semangat nasionalismenya pada dunia.
'All Chinese people love Daejanggeum; romantics are indulged in the love story, the ambitious are inspired by the strong will of Janggeum, and gourmets are absorbed in the food. The people of China rediscover lost dreams and social values in the soap,' demikian yang ditulis The China Youth Daily. Saya tidak tahu bagaimana tanggapan media massa di Indonesia tentang serial drama ini.
Di Indonesia drama ini diputar di Indosiar setiap Senin sampai Jum’at pukul 17.00-18.00, jadi tontonan SU (semua umur). Di Singapura sama seperti di Indonesia, dari Senin hingga Jum’at tapi pukul 19.00. Hunan TV di China menayangkannya pada pukul 22.00 hingga tengah malam. Ada juga pasangan yang memiliki CD-nya dan rela begadang untuk menonton ke 70-episodenya hanya dalam waktu satu minggu.
Fact about Suh Jang Geum
Dalam tarikh Kerajaan Korea atau Annals of the Joseon Dynasty tertulis nama Suh Jang Geum sebanyak sepuluh kali, Suh Jang Geum adalah nama asli Dae Jang Geum, sedangkan Dae adalah sebutan bagi pegawai ‘kelas-tiga’ dalam hirarki di kalangan pejabat istana yang artinya ‘great’. Sebutan Dae sebagai first name adalah penghargaan dari istana. Dalam tarikh ini Suh Jang Geum disebut-sebut sebagai ‘Tabib/dokter Eksekutif’ dimana Raja Jungjong merasa puas dengan pengetahuan medis yang dimiliki Jang Geum dan mempercayainya untuk menjaga kesehatan anggota keluarga kerajaan.
Berikut adalah beberapa fakta yang related dengan Jang Geum pada tarikh Korea:
1. March-April 1515, ketika istri kedua Raja Jungjong meninggal akibat komplikasi dari kelahiran anaknya. Pegawai-pegawai di kalangan istana mengusulkan pada Raja Jungjong untuk menghukum semua tenaga medis wanita yang telah merawat istri Raja Jungjong (termasuk Jang Geum). Namun Raja Jungjong menolak usulan itu dan berkata : ‘Jang Geum telah banyak berjasa untuk perannya sebagai tenaga medis wanita yang membantu kelahiran di istana putri, akan tetapi saya tidak pernah memberinya penghargaan hingga sekarang, karena banyaknya urusan lain. Sekarang kalian (pegawai-pegawai istana) mengusulkan pada saya untuk menghukumnya karena kematian Ratu, maka saya tidak akan melakukannya sebagaimana saya tidak akan memberinya penghargaan. Cukup sampai disini.’ Horeee... bijak juga ya Raja Jungjong? Pembaca silakan standing applause buat Raja jungjong.
2. 1524, tarikh mencatat bahwa Dae Jang Geum lebih baik dibanding tenaga medis lainnya di istana. Hasilnya, ia diizinkan memeriksa kesehatan sang Raja.
3. 1533, dalam tarikh tercatat komentar sang Raja tentang kesehatannya : “Saya telah sembuh dari penyakit yang telah berbulan-bulan. Dokter dan apoteker kerajaan berhak mendapatkan penghargaan. Jang Geum dan Kye-Geum, dua tenaga medis wanita, masing-masing juga akan dihadiahi beras sebanyak 15 karung, kacang sebanyak 15 sak, dan 10 buah pakaian.”
4. 29 Januari 1544. Tarikh mengutip sebuah pesan dari Raja : “Saya tidak menjalankan tugas saya untuk jangka waktu yang cukup lama sejak saya terserang demam. Beberapa hari yang lalu, saya menghadiri seminar akademis (yang mendiskusikan filsafat), namun musim dingin membuat kondisi saya memburuk. Saya telah meminta pada Bak Se-geo dan Hong Chim, dokter istana, dan tenaga medis wanita Jang Geum untuk berdiskusi tentang resep obatnya. Tolong beritahukan pada menteri kesehatan.”
5. 9 Februari 1544. Tarikh mencatat bahwa Raja Jungjong memuji Jang Geum atas kesembuhannya dari demam.
6. 25 Oktober 1544. Tarikh mencatat percakapan antara Menteri Kerajaan dan Jang Geum tentang kesehatan sang Raja yang kian memburuk. Jang Geum tercatat mengatakan ini : “Dia (Raja Jungjong) tertidur sekitar tengah malam, dan juga tertidur untuk waktu yang singkat pada saat fajar. Dia baru saja buang air kecil, setelah sembelit lebih dari tiga hari.”
7. 26 Oktober 1544. Tarikh mengutip perkataan sang Raja : “Saya masih sembelit. Resep obat apa yang harus dibuat masih didiskusikan. Dokter wanita (Dae Jang Geum) mengetahui semua kondisi saya,” selanjutnya, Jang Geum menjelaskan resep obat untuk Raja pada menteri.
8. 29 Oktober 1544. Saat tarikh mencatat bahwa Raja telah sembuh dan Ia memberikan liburan pada seluruh petugas medis. Raja meninggal 17 hari sesudahnya, pada 15 Nopember 1544. Ini merupakan entry terakhir pada tarikh yang berkenaan dengan Jang Geum.
Jang Geum juga tercatat dalam Jurnal Petugas Medis Dinasti Joseon, hal ini menjelaskan tentang asal usul dan kesuksesan Jang Geum: “Petugas Medis Wanita Jang Geum, yang asal-usulnya tidak dapat ditelusuri, mendapatkan hak untuk disebut sebagai ‘Dae Jang Geum’ atas maklumat dari Raja Korea ke-11, Jungjong, pada masa 18 tahun pemerintahnnya. Pada saat itu, belum pernah ada Dokter wanita yang merawat Raja, akan tetapi Raja mempercayai metode Jang Geum mengatasi penyakit dengan makanan. Jang Geum, dengan haknya untuk menyandang gelar ‘Dae’ pada namanya, merupakan wanita hebat yang namanya akan dicatat dalam buku-buku sejarah.”
Hingga saat ini, sejarawan Korea masih memperdebatkan apakah Suh Jang Geum itu pernah benar-benar hidup di zaman Raja Jungjong ataukah hanya sebuah istilah umum yang biasa dipakai pada masa itu, yang asal-usulnya hilang dalam sejarah Korea. Yang pasti, hingga saat ini Korea tidak pernah memiliki Dokter kepresidenan berjenis kelamin wanita selain Jang Geum. Sosok Jang Geum dalam serial drama Jewel in the Palace dianggap tidak akurat karena memerankan seorang Juru Masak yang beralih profesi menjadi Tenaga Medis. Hal ini dikarenakan ketidakjelasan tentang detail kehidupan Suh Jang Geum. Saya juga tidak menemukan tentang Geum Yong dan yang lainnnya. For further info, silakan cek di wikipedia dan ketikkan Suh Jang Geum atau klik disini.
The porcelain-smooth face who portrayed Dae Jang Geum
Sang pemilik muka-porselen itu adalah Lee Young-ae. Saya menebak usianya sekitar 25 atau 27an, ternyata doi udah tuwir juga; usianya sekarang 34. Saya tidak tahu kalau sebelumnya Young-ae pernah main di Winter Sonata, yang melambungkan namanya barengan sama Bae Yong Jun. Yang doyan film Korea pasti lebih tahu. Di Jepang julukan untuk Young-ae adalah Yon-sama (sama adalah penghormatan dengan tingkatan tertinggi dalam memanggil nama orang di Jepang). Jadi ingat anime Rurouni Kenshin, dimana Aoshi (musuhnya Kenshin) dipanggil Aoshi-sama oleh pengawal-pengawalnya, mungkin karena saking respectnya. Setelah main di Jewel in the Palace, Young-ae main di Sympathy for Lady Vengeance. Sebelumnya pernah juga berperan sebagai perwira dalam JSA (Joint Security Area), di film ini Young-ae terlihat berbeda sekali dengan perannya sebagai Jang Geum di Jewel in the Palace. Kalo penasaran, silakan klik imdb dan cari sendiri.Wanita kelahiran 31 Januari 1972 ini pernah kuliah di Han Yang University untuk belajar Bahasa Jerman. Gelar masternya diperoleh di Chung-Ang University. Karirnya dimulai waktu umurnya 14 tahun. Dan yang pasti, nasibnya di kehidupan nyata lebih baik ketimbang nasib Jang Geum. Sekarang Young-ae disebut-sebut sebagai the next Hallyu (Korean wave) icon.
Untuk lebih jelasnya silakan lihat blognya, isinya sudah barang tentu ‘all about Jewel in the Palace’. Ada juga beberapa postingnya yang unik, sebagai contoh gambar-gambar plesetan dari para pemerannya. Ibarat kata ‘tiada gading yang tak retak,’ ada juga daftar ‘kesalahan-kesalahan’ yang terdapat dalam serial drama ini, misalnya pada saat pengumuman seleksi tenaga medis wanita, tertera pada pengumuman itu tahun 1487 atau 1547 padahal kedua tahun itu tidak mungkin, karena Raja Jungjong lahir pada 1488 dan meninggal pada 1544, (untuk kesalahan seperti ini, hanya orang yang jeli dan mengerti tulisan Korea yang tahu, tentunya). Ada juga handyplast pada tangan Jang Geum dan Shin Pi yang memakai sepatu hak tinggi. Ada-ada saja. Lirik soundtrack-nya juga ada. Pokoknya semua tentang Dae Jang Geum ada disitu.
Apa pesan moral dari serial drama ini? Mungkin seperti yang dialami teman saya yang jadi betah di tempat kerja; kita harus bertahan seberat apapun ujian yang kita hadapi. Seperti Jang Geum yang tidak mudah putus asa meski rintangan kerap menderanya. Pun ketika ia terusir dari posisinya sebagai dayang istana, Jang Geum tetap kembali ke istana dan mengakhiri semuanya dengan gemilang. Cita-cita Jang Geum menjadi dayang istana memang gagal, tetapi tergantikan oleh sesuatu yang lebih dari apa yang Ia inginkan. Kadang Yang Di Atas Sana tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, tetapi Yang Di Atas Sana selalu memberikan apa yang kita butuhkan.
Astaga, saya tidak pernah menulis sepanjang ini. Mungkin setelah menulis ini blog saya akan berganti nama menjadi [About a woman named Jang Geum]. Hi.. hi.. hi..
15 comments:
emang ada yg salah kalo cowo nonton jewel in the palace ?? ga ada tulisan yang menyatakan kalo pria di larang nonton kan ??
hehehe. gw emang ga rutin nonton film, tp film itu emang bagus kok. banyak yg bisa di petik di situ
ketimbang nonton sinetron indonesia yg tambah ga jelas.
SETUJU!! :)
hah? doan juga suka nonton ya?emang bagus banget sich filmnya,banyak pelajaran yang bisa diambil,tentang kehidupan,semangat bertahan dan terus maju,keberanian,urusan masak bahkan urusan medis. ada ga sich orang se-perfect itu,yang bisa segala macem.salut banget dech. omah dah nonton ampe selese bareng temen-temen kostan. seru banget soalnya pengen cepet selese,jadi nonton beberapa hari ampe larut,bahkan ampe jam 3 pagi.bener-bener gila! coba kalau belajar,pasti ga kan bisa ampe jam segitu. gambaran di filmnya mirip banget ama kuliah di jurusanku terutama waktu ngapalin tanaman-tanaman obat besertta fungsinya. coba film ini ada sebelum ngambil mata kuliah farkog,pasti semangat dech belajarnya,soalnya kuliahnya hapalan banget,percis di film itu.
film ini punya pengaruh yang sangat besar dan mendatangkan penghasilan yang lebih banyak bagi korea,katanya banyak turis yang datang ke sana & pengen menikmati makanan2 yang ada di film itu.keren banget pokoknya mah!
di malaysia udah hampir setahun drama korea ini ditayang, tp ga punya waktu untuk ikutan nonton.Apa bagus yah drama ini?! oh ya perasaan kalo di indon drama-drama luar di dub ya? kalo di malaysia sih masih pake suara asli.Dulu nyempat liat drama Full House di channel indosiar,tayangannya hampir sama dengan tempoh tayangan di malaysia- :)
Serius pisan euy ngangkat si Dae Jang Geum sampe diatas 1000 kata gini! pasti lagi mood bikinnya ya! keep writing1
waohhhhhhhhhh.. makasih ulasannya, sangat bermanfaat, Emak saya, adik2 saya smua demen ntn drama ini :D
wah ternyata suka juga nonton serial tv ini ya? tos dulu aaaaaaaah :)
si janggeum blogger juga toh. bisa kopdaran nih :D
Film ini keren banget!!Beda dengan tipe sinetron yang cuma permainan cinta...KERENN!!!
“Jewel in the Palace” Rage Hits Japan
By Administrator on News
Viewers across Asia will be spending their evenings watching “Dae Jang Geum” or “A Jewel in the Palace.”
“Dae Jang Geum,” a Korean television series about a royal cook, took the 1.3 billion Chinese TV market by surprise. Now that the drama will be aired on terrestrial channels, after its successful debut on satellite channels in Japan, attention is being focused on whether the immensely popular drama can win the hearts of viewers in both countries.
NHK, a Japanese public broadcasting company, plans to air the drama with the title, “The Promise of Jang Geum” on terrestrial channels beginning on October 8. It will be broadcast once a week at 11:00 p.m. every Saturday, the same time “Winter Sonata,” another smash hit Korean drama, used to be aired. “Dae Jang Geum,” a series of 54 episodes, will air for a year, more than double the time Winter Sonata, a series of 20 episodes, was aired.
Ogawa Junko (45), the NHK senior producer in charge of purchasing and producing foreign dramas, said, “The drama’s relatively long airing period can be burdensome for the broadcasting company. But the company was encouraged by viewers’ reactions after it was aired on BS2, a satellite channel.”
NHK has been broadcasting the drama on BS2 since October last year. It plans to air another Korean drama called “Damo” as soon as “Dae Jang Geum” comes to an end.
The ratings of “Dae Jang Geum” on BS2 were higher than Winter Sonata. Moreover, it is popular even among men, as opposed to Winter Sonata’s popularity primarily among middle-aged women.
Source: Donga 7 Oct 2005
Sebagai tambahan info, dari daejanggeum.blogsome.com
hehehe ternyata laki-laki juga nonton serial ini yah. aku juga baru menyadari serial ini bagus banget akhir-akhir ini :)
; 9 Great drama....
Daripada sinetron gak jelas Indonesia!
setuuuuuuuuuuju....banget daripada nonton sinetron indonesia seperti hikmah yang susah diambil hikmahnya (gak bermaksud jelekin sich). so untuk para produser please dong buat film yang paling tidak se-kualitas dae jang geum gito lho...yang bisa buat kita bangga sama negara dan budaya kita tul gak guys....sudah cukuplah menjual mimpi2 yang gak jelas. gue percaya masih banyak orang indonesia yang talenta-nya sama bahkan melebihi sosok dae jang geum tsb....ocheeeeee
Pokoknya keren euy
Iya deh, 1000 apalause 4 jang geum. Dulunya opera sqbun ini sempet gw remehin tp ternyata aku sampe ketagihan! bahkan kakak gw sampe heran: cowoq koq seneng ama jang geum! tp ga salah kan?. Bahkan aku udah nulis cerita yg kiblatnya ke jang geum en udah dapet 325 halaman HVS!
aku suka banget ma film nya
apalagi ma jang geum
cantik banget....
Post a Comment